Oleh : Inval Yuswardiansyah Firdaus, Daniel Saputra ,Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pamulang Perkembangan pesat teknologi Kecerdasan Buatan (AI) seperti ChatGPT telah membawa disrupsi besar dalam dunia akademik, khususnya pada pola komunikasi dan literasi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan AI terhadap orisinalitas gaya bahasa, struktur sintaksis, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Metode tulisan ini menggunakan pendekatan studi wacana kritis berbasis kajian literatur objektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketergantungan berlebihan pada AI memicu homogenisasi gaya tulisan (gaya bahasa robot) yang kaku dan mengikis karakteristik personal (personal voice) penulis. Namun di sisi lain, AI terbukti efektif sebagai alat bantu penyusunan kerangka berpikir jika dikendalikan dengan bijak. Artikel ini memberikan motivasi dan hikmah pentingnya menjaga kemandirian berpikir serta menempatkan AI murni sebagai asisten kognitif, bukan pengganti rasio manusia, guna menjaga marwah bahasa sebagai instrumen kebudayaan tertinggi di era digital. Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan yang ada di film fiksi ilmiah. Di koridor perguruan tinggi saat ini, AI seperti ChatGPT telah bertransformasi menjadi rekan diskusi harian bagi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas kuliah. Namun, di balik segala kemudahan tersebut, muncul sebuah pertanyaan krusial: apakah kehadiran AI memperkaya literasi, atau justru perlahan-lapan sedang mengikis orisinalitas gaya bahasa mahasiswa? Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan dari proses berpikir kognitif dan kedalaman analisis seseorang. Ketika mahasiswa terlalu bergantung pada AI untuk memformulasikan argumen mereka, ada harga mahal yang harus dibayar, yaitu hilangnya karakteristik personal dalam tulisan. Fenomena ini diperkuat oleh penelitian dari Marentek dan Muhid (2025), yang menyatakan bahwa penggunaan AI secara berlebihan berisiko mendatangkan dampak negatif terhadap kreativitas, orisinalitas, tingkat literasi, serta menurunkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa secara signifikan karena terlalu dimanjakan oleh sistem otomatis. Sebagai contoh ril di lapangan, tugas-tugas artikel atau esai mahasiswa akhir-akhir ini sering kali menunjukkan keseragaman pola yang kaku, atau yang biasa disebut dengan “homogenisasi gaya tulisan”. Mahasiswa tidak lagi berproses mencari padanan diksi yang pas di dalam kepalanya, melainkan langsung menyalin apa pun yang disuguhkan oleh algoritma. Menurut laporan studi kualitatif dalam Journal of Science Education and Studies (2025), banyak mahasiswa mengakui ketakutan mereka bahwa tulisan mereka mulai “tercium” bergaya robot—rapi dan menggunakan kosakata yang bagus, namun kehilangan identitas akademik dan karakter khas (“suara” asli) si penulis itu sendiri. Ketergantungan instan ini juga sejalan dengan kajian Sanjaya (dalam Jurnal Media Akademik, 2026), yang menyebutkan bahwa gaya belajar mahasiswa kini telah bergeser dari pola riset bertahap yang mendalam menjadi pola kurasi instan, sehingga mengurangi daya ingat serta melemahkan kepekaan mahasiswa dalam menyusun struktur kalimat secara mandiri. Meskipun demikian, kita tidak bisa menutup mata bahwa AI juga memiliki sisi positif sebagai alat bantu teknis. Azhari (2025) memaparkan bahwa teknologi ini sangat efisien untuk membantu mahasiswa dalam menyusun kerangka berpikir awal, mengedit naskah, serta mengoreksi kesalahan tanda baca. Kuncinya terletak pada bagaimana formulasi bahasa yang kita gunakan saat berinteraksi dengan teknologi tersebut. Penelitian Systematic Literature Review oleh Kurniawati dkk. (2026) menegaskan bahwa variasi gaya bahasa dan ketepatan pilihan kata (diksi) yang diinput oleh pengguna justru menjadi penentu utama apakah output yang dihasilkan AI akan akurat atau malah membelok dari konteks akademis yang diharapkan. Oleh karena itu, motivasi terbesar yang harus ditanamkan dalam benak setiap mahasiswa saat ini adalah: AI diciptakan untuk menjadi asisten pemikir, bukan pengganti otak kita. Menjadi mahasiswa berarti berani berdiri di atas pemikiran sendiri dan bangga akan keunikan gaya bahasa yang kita miliki. Jangan biarkan identitas intelektual kita diseragamkan oleh baris-baris kode algoritma. Hikmah mendalam yang bisa kita petik dari disrupsi teknologi ini adalah sebuah alarm kesadaran. AI mengajarkan kita bahwa memproduksi teks itu murah dan mudah, tetapi melahirkan gagasan yang orisinal, berbobot, dan bernyawa adalah hal yang tak ternilai harganya. Teknologi akan terus berevolusi menjadi semakin cerdas, namun bahasa tetaplah instrumen kebudayaan manusia yang paling luhur. Pada akhirnya, tantangan terbesar mahasiswa di era digital bukanlah seberapa canggih teknologi yang mereka kuasai, melainkan seberapa bijak mereka menjaga kemandirian berpikir agar tetap menjadi master atas teknologi tersebut, bukan menjadi budak yang didikte oleh layarnya sendiri. DAFTAR PUSTAKA Marentek, R. J., & Muhid, A. (2025). Pengaruh Artificial Intelligence (AI) Terhadap Kreativitas Belajar Mahasiswa di Indonesia: Literature Review. ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru, 2(2), 345-356. Tersedia di: https://jurnal.fanshurinstitute.org/index.php/arini/article/view/422 Journal of Science Education and Studies. (2025). Peran ChatGPT dalam Pembelajaran Menulis Bahasa Inggris bagi Mahasiswa Ekonomi Syariah. J-SES, 2(4), 346–357. Tersedia di: https://journal.umsurabaya.ac.id/J-SES/article/view/28845 Jurnal Media Akademik. (2026). Analisis Perubahan Pola Belajar Mahasiswa di Era AI dan Dampaknya Terhadap Kualitas Pemahaman. JMA, 4(5). Tersedia di: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/ article/view/5948 Azhari, C. A. (2025). Pengaruh Penggunaan ChatGPT terhadap Kompetensi Mahasiswa. Jurnal Katalis, 3(2). Tersedia di: https://journal.lpkd.or.id/index.php/Katalis/article/view/2094 Kurniawati, dkk. (2026). Pengaruh Gaya Bahasa dan Pilihan Kata terhadap Output ChatGPT: Systematic Literature Review. ResearchGate / Jurnal Pendidikan. Tersedia di: https://www.researchgate.net/publication/ 394965455_Pengaruh_Gaya_Bahasa_dan_Pilihan_Kata_terhadap_Output_ChatGPT_Systematic_Literature_Revi ew Post navigation Dari Push Rank Sampai Begadang Ngerjain Project C++: Survival Guide Mahasiswa Informatika di Era Distraksi Digital Dampak Kecerdasan Buatan terhadap Masa Depan Pekerjaan Manusia