Warisan Kecantikan Ribuan Tahun yang Kini Terbukti Ilmiah

Artikel Kesehatan & Kecantikan | Referensi: Cosmetics Journal, Journal of Cosmetic Dermatology, Healthline | Mei 2026

Jauh sebelum serum vitamin C dan retinol hadir di rak apotek, perempuan-perempuan di Jepang era Heian sudah menjadikan air beras sebagai ritual kecantikan harian mereka. Suku Yao di wilayah Longsheng, Tiongkok, bahkan melegenda karena rambut panjang berkilau dan kulit mulus yang mereka pertahankan hingga usia lanjut dan rahasianya tidak lain adalah air fermentasi beras yang digunakan setiap hari. Kini, tradisi yang berusia lebih dari seribu tahun ini mendapatkan pengakuannya dari dunia ilmu pengetahuan modern. Penelitian demi penelitian membuktikan bahwa air rendaman beras menyimpan kandungan bioaktif yang benar-benar bekerja pada lapisan kulit manusia.

Apa yang Terkandung di Dalam Air Beras?

Air beras baik yang dihasilkan dari proses perendaman, perebusan, maupun fermentasi  mengandung serangkaian senyawa bioaktif yang memiliki peran nyata dalam perawatan kulit. Marto et al. (2018) dalam jurnal Cosmetics mencatat bahwa air beras kaya akan inositol, asam ferulik (ferulic acid), allantoin, asam amino, dan pati (starch) yang masing-masing memiliki mekanisme kerja berbeda namun saling melengkapi. Inositol adalah karbohidrat aktif yang mampu menembus lapisan luar kulit dan meningkatkan elastisitas serta hidrasi secara dari dalam. Asam ferulik berfungsi sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV. Allantoin dikenal luas dalam dunia dermatologi sebagai agen penenang dan pemulih sawar kulit yang rusak, sementara asam amino berperan mendukung produksi kolagen yang menjaga kulit tetap kenyal dan awet muda.

Manfaat Nyata yang Didukung Penelitian

Sebuah studi tahun 2024 yang dipublikasikan melalui database ilmiah MDPI menemukan bahwa air beras memiliki aktivitas antioksidan yang sebanding dengan asam askorbat (vitamin C), dan mampu mereduksi reactive oxygen species (ROS) hingga 80 persen. Ini berarti air beras secara aktif melindungi sel kulit dari stres oksidatif yang menjadi biang keladi penuaan dini. Pada uji klinis yang sama, penggunaan gel berbasis air beras secara konsisten selama 28 hari menghasilkan peningkatan hidrasi kulit sebesar 10 persen yang terukur menggunakan corneometry alat standar dermatologi untuk mengukur kandungan air di lapisan stratum corneum.

Dari sisi kecerahan kulit, air beras mengandung kojic acid dan asam ferulik yang secara farmakologis terbukti menghambat aktivitas enzim tirosinase enzim kunci dalam proses pembentukan melanin (pigmen kulit). Zamil et al. (2022) dalam Journal of Cosmetic Dermatology menegaskan bahwa penggunaan air beras secara topikal dapat membantu menyamarkan hiperpigmentasi ringan dan meratakan warna kulit secara bertahap. Sementara itu, untuk kulit yang mengalami peradangan atau iritasi akibat produk perawatan berbahan sodium laurel sulfate (SLS), air beras terbukti secara anekdotal maupun klinis membantu memulihkan kondisi sawar kulit dan meredam kemerahan. Fermentasi beras bahkan meningkatkan kadar antioksidan dalam air beras hingga 30 persen dibandingkan air beras biasa, menurut studi dalam International Journal of Cosmetic Science (2021).

Cara Membuat Air Beras di Rumah

Ada tiga metode yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan waktu yang tersedia. Metode pertama adalah perendaman: cuci 100 gram beras putih dengan air bersih, lalu rendam dalam 2 gelas air selama 30 menit hingga 1 jam. Saring, dan air rendaman siap digunakan. Metode ini menghasilkan air beras paling ringan dengan kandungan pati yang lebih sedikit, cocok untuk kulit berminyak atau yang baru pertama kali mencoba.

Metode kedua adalah perebusan: rebus beras seperti biasa namun gunakan air lebih banyak dari biasanya. Ambil air rebusannya sebelum beras terlalu matang, biarkan dingin, lalu saring. Air rebusan cenderung lebih pekat dan kaya kandungan, cocok untuk kulit kering atau yang butuh hidrasi intensif. Metode ketiga adalah fermentasi, yang menghasilkan air beras paling kaya kandungan bioaktif: simpan air rendaman beras pada suhu ruang selama 24 hingga 48 jam hingga sedikit berbau asam. Proses fermentasi inilah yang meningkatkan kadar antioksidan dan aktivitas anti-glikasi secara signifikan (Wickramasinghe et al., 2021). Setelah jadi, simpan air beras dalam botol bersih bertutup di kulkas dan gunakan dalam 3 hingga 5 hari.

Cara Penggunaan

Air beras paling umum digunakan sebagai toner: oleskan menggunakan kapas atau tepuk-tepuk langsung dengan telapak tangan ke wajah setelah membersihkan muka, sebelum pelembap. Bisa juga digunakan sebagai masker dengan cara merendam kapas lalu tempelkan ke wajah selama 10 hingga 15 menit. Untuk tubuh, gunakan sebagai air bilasan terakhir setelah mandi. Frekuensi yang direkomendasikan adalah satu hingga dua kali sehari untuk hasil yang terukur.

Efek Samping dan Peringatan

Air beras bekerja perlahan dan ringan ia bukan pengganti sunscreen, pelembap, atau penanganan medis untuk kondisi kulit aktif seperti jerawat parah atau eksim.

— WEA Clinic Dermatology Review, 2026

Meski umumnya aman untuk semua jenis kulit, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, air beras fermentasi yang terlalu lama atau tidak disimpan dengan benar dapat memicu iritasi, terutama pada kulit yang sangat sensitif. Mulailah dengan air beras rendaman biasa sebelum beralih ke versi fermentasi. Kedua, kandungan pati dalam air beras yang terlalu pekat dapat menyumbat pori pada kulit yang sangat berminyak jika digunakan berlebihan encerkan dengan sedikit air biasa jika perlu. Ketiga, jika muncul kemerahan, gatal, atau rasa terbakar setelah pemakaian pertama, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter kulit. Air beras adalah pelengkap rutinitas perawatan kulit, bukan pengganti produk dermatologi yang diresepkan untuk kondisi kulit tertentu.

Penutup

Air beras adalah salah satu contoh paling menarik dari kearifan lokal yang bertemu dengan validasi ilmiah modern. Murah, mudah dibuat sendiri di rumah, dan kini memiliki dasar penelitian yang kuat — ia bukan sekadar tren media sosial yang akan berlalu. Namun seperti semua perawatan kulit, konsistensi dan kesabaran adalah kuncinya. Manfaatnya tidak terjadi dalam semalam, tetapi bagi mereka yang tekun menggunakannya, hasilnya nyata dan terukur.

Daftar Pustaka

  • Marto, J., Neves, A., Goncalves, L.M., Pinto, P., Almeida, C. & Simoes, S. (2018). Rice water: A traditional ingredient with anti-aging efficacy. Cosmetics, 5(2), 26. https://doi.org/10.3390/cosmetics5020026
  • Zamil, D.H., Khan, R.M., Braun, T.L. & Nawas, Z.Y. (2022). Dermatological uses of rice products: Trend or true? Journal of Cosmetic Dermatology, 21(11), 6056–6060. https://doi.org/10.1111/jocd.15291
  • Wickramasinghe, U.P.P., Yagi, M. & Yonei, Y. (2021). Anti-glycative effect and total phenolic content of rice water of different Japonica and Indica varieties. Anti-Aging Medicine Journal.
  • Yang, F., Hu, Y., Wu, M., Guo, M. & Wang, H. (2025). Biologically active components and skincare benefits of rice fermentation products: A review. Cosmetics, 12(1), 29. https://doi.org/10.3390/cosmetics12010029
  • Widowati, W. et al. (2016). Antioxidant and anti-aging assays of Oryza sativa extracts, vanillin and coumaric acid. Journal of Natural Remedies, 88–99.
  • WEA Clinic. (2026). Rice water for skin & face: Benefits, science & correct usage. Dikutip dari https://weaclinic.com/rice-water-for-skin-face/
  • Healthline. (2024). Rice water for skin: Benefits, uses, and risks. Dikutip dari https://www.healthline.com/health/rice-water-for-skin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *