Oleh: Reisal Azzah Fahrezi, Teknik Informatika, Universitas Pamulang

Tidak sedikit masyarakat yang masih memiliki pandangan negatif terhadap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada masa pandemi COVID-19, berbagai pemberitaan mengenai tawuran pelajar yang melibatkan siswa SMK sering muncul di media sosial maupun media massa. Sebagai siswa MTs pada saat itu, saya juga sempat terpengaruh oleh pandangan tersebut. Saya menganggap bahwa SMK identik dengan lingkungan yang keras dan kurang mendukung perkembangan siswa.

Pandangan tersebut membuat saya ragu dalam menentukan pilihan pendidikan setelah lulus. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai hal dan berdiskusi dengan orang tua, saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMK Media Informatika dengan memilih jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Keputusan yang awalnya dipenuhi keraguan tersebut ternyata menjadi awal perjalanan yang mengubah cara pandang saya terhadap SMK, sekaligus membuka kesempatan untuk mengenal dunia teknologi lebih dekat.

Melalui berbagai pengalaman selama menempuh pendidikan di SMK, saya tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi, tetapi juga belajar membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan, serta membuktikan bahwa stigma yang saya percayai sebelumnya tidak sepenuhnya benar.

Ketika pertama kali masuk sekolah, saya masih membawa berbagai prasangka yang selama ini terbentuk dari berita dan informasi yang sering saya lihat. Saya berpikir bahwa lingkungan SMK akan sesuai dengan gambaran yang selama ini beredar di media. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa kenyataan yang saya temui sangat berbeda.

Saya menemukan lingkungan belajar yang nyaman, teman-teman yang ramah, serta guru-guru yang selalu memberikan arahan dan motivasi kepada siswa. Perlahan, rasa khawatir yang sebelumnya saya miliki mulai berkurang. Saya mulai merasa lebih nyaman untuk berinteraksi, belajar, dan mengikuti berbagai kegiatan di sekolah.

Sebagai siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), saya mulai mengenal lebih dekat dunia teknologi. Pada awalnya, ketertarikan saya hanya sebatas pada penggunaan komputer dan internet. Namun, setelah mengikuti berbagai pembelajaran dan praktik di sekolah, saya menyadari bahwa dunia teknologi jauh lebih luas daripada yang saya bayangkan.

Saya mulai mempelajari dasar-dasar jaringan komputer, instalasi perangkat, troubleshooting, hingga berbagai teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap praktik yang dilakukan memberikan pengalaman baru dan membuat saya semakin tertarik untuk mendalami bidang tersebut. Dari sinilah saya mulai memahami bahwa teknologi bukan hanya tentang perangkat, tetapi juga tentang bagaimana menyelesaikan masalah dan menciptakan solusi yang bermanfaat.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama bersekolah di SMK adalah ketika saya mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi asisten laboratorium. Awalnya saya merasa ragu untuk mencoba karena menganggap kemampuan yang saya miliki masih belum cukup. Namun, saya berpikir bahwa kesempatan untuk belajar tidak boleh disia-siakan. Dengan tekad untuk menambah pengalaman dan pengetahuan, saya memberanikan diri mengikuti seleksi tersebut.

Syukurlah, saya berhasil lolos dan dipercaya menjadi asisten laboratorium. Pengalaman ini menjadi titik penting dalam perjalanan saya selama menempuh pendidikan di SMK. Sebagai asisten laboratorium, saya tidak hanya membantu mengelola fasilitas laboratorium, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan teknis yang berkaitan dengan komputer dan jaringan.

Melalui kegiatan tersebut, saya belajar melakukan instalasi perangkat komputer, konfigurasi jaringan, troubleshooting, serta membantu berbagai kebutuhan teknis yang mendukung kegiatan sekolah. Selain itu, saya juga memperoleh pengalaman dalam pemasangan dan konfigurasi CCTV yang digunakan untuk mendukung keamanan dan pemantauan lingkungan sekolah. Pengalaman-pengalaman tersebut membuat saya semakin memahami bagaimana teknologi diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pengalaman yang paling saya ingat adalah ketika sekolah menjadi tuan rumah pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Jakarta Selatan 1 bidang Web Technologies. Sebagai asisten laboratorium, saya ikut membantu melakukan konfigurasi perangkat yang akan digunakan dalam pelaksanaan lomba. Kegiatan tersebut dilakukan dua hari sebelum lomba dimulai dan menjadi pengalaman yang sangat berharga karena saya dapat melihat secara langsung bagaimana persiapan sebuah kompetisi teknologi dilakukan dengan baik dan terstruktur.

GambarĀ  1 Proses konfigurasi perangkat dilakukan 2 hari sebelum pelaksanaan LKS Jakarta Selatan 1 bidang Web Technologies. Sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab sebagai asisten laboratorium.

Pengalaman sebagai asisten laboratorium memberikan banyak manfaat bagi perkembangan kemampuan saya. Semakin sering terlibat dalam berbagai kegiatan teknis, saya semakin memahami pentingnya ketelitian, kerja sama tim, dan kemampuan memecahkan masalah. Hal tersebut juga menjadi bekal ketika saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan kompetensi di bidang teknologi dan jaringan komputer.

Melalui kegiatan tersebut, saya belajar bahwa dunia teknologi tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi. Setiap tantangan yang dihadapi menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat saya mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Information Network Cabling tingkat kota. Dalam kompetisi tersebut, saya dituntut untuk menerapkan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang telah saya pelajari selama di kelas maupun saat latihan. Mulai dari memahami kebutuhan jaringan, melakukan instalasi, hingga memastikan seluruh instalasi yang saya lakukan berjalan dengan baik sesuai standar yang ditentukan.

Gambar 2 Persiapan pengecekan alat dan perangkat sebelum mengikuti LKS bidang Information Networking Cabling tingkat kota.

Pengalaman mengikuti kompetisi tersebut memberikan banyak pelajaran berharga. Saya belajar untuk bekerja dengan lebih teliti, mengatur waktu dengan baik, serta tetap fokus dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan. Selain itu, saya juga belajar bahwa hasil yang baik tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses belajar, latihan, dan kerja keras yang dilakukan secara konsisten. Usaha dan proses yang saya jalani selama menempuh pendidikan di SMK akhirnya membuahkan hasil. Saya berhasil memperoleh sertifikasi kompetensi LSP BNSP serta meraih Juara 2 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Information Network Cabling tingkat kota. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan bagi saya karena merupakan hasil dari proses panjang yang telah saya lewati sejak pertama kali mengenal dunia teknologi di bangku SMK

GambarĀ  3 Foto bersama kepala sekolah, guru pembimbing, dan siswa/i berprestasi setelah pelaksanaan LKS tingkat kota.

Melihat kembali perjalanan yang telah saya lalui, saya menyadari bahwa banyak hal telah berubah sejak pertama kali saya memutuskan untuk masuk SMK. Ketakutan dan keraguan yang dahulu saya miliki perlahan berubah menjadi semangat untuk belajar dan mengembangkan diri. Lingkungan sekolah, pengalaman organisasi, kegiatan laboratorium, hingga kompetisi yang saya ikuti memberikan banyak pelajaran yang tidak hanya bermanfaat selama masa pendidikan, tetapi juga menjadi bekal untuk masa depan.

Melalui dunia teknologi, saya belajar bahwa setiap kemampuan membutuhkan proses untuk berkembang. Tidak ada hasil yang diperoleh secara instan. Dibutuhkan kemauan untuk belajar, keberanian untuk mencoba hal-hal baru, serta konsistensi dalam menghadapi berbagai tantangan. Pengalaman menjadi asisten laboratorium, melakukan instalasi dan konfigurasi perangkat, memasang CCTV, hingga mengikuti kompetisi menjadi bagian dari proses yang membentuk kemampuan dan kepercayaan diri saya saat ini.

Dari pengalaman tersebut, saya memperoleh hikmah bahwa kita tidak boleh menilai sesuatu hanya berdasarkan stigma atau pandangan yang beredar di masyarakat. Apa yang terlihat dari luar belum tentu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. SMK yang dahulu saya anggap sebagai lingkungan yang menakutkan justru menjadi tempat yang membantu saya menemukan potensi diri, mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, serta meraih berbagai pengalaman berharga.

Pada akhirnya, teknologi bukan hanya tentang perangkat, jaringan, atau sistem yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi juga menjadi sarana untuk belajar, berinovasi, dan membuka peluang untuk masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, saya berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk tidak ragu mengembangkan potensi yang dimiliki dan berani mengambil setiap kesempatan yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

  • Badan Nasional Sertifikasi Profesi. (2024). Sertifikasi Kompetensi Kerja. Jakarta: BNSP.
  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2024). Pendidikan Vokasi Indonesia. Jakarta: Kemendikbudristek.
  • Dokumentasi dan pengalaman pribadi penulis selama menempuh pendidikan di SMK Media Informatika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *