Oleh: Muhammad Arya Faturahman Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Pamulang

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara manusia berkomunikasi, belajar, dan memperoleh informasi. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat semakin bergantung pada internet, media sosial, aplikasi, dan berbagai teknologi digital. Bagi mahasiswa Teknik Informatika, perkembangan tersebut tidak hanya menjadi bidang yang dipelajari secara akademis, tetapi juga telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Menurut saya, perkembangan teknologi informasi seharusnya tidak hanya berorientasi pada kecanggihan teknologi, tetapi juga harus memperhatikan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik serta penerapan nilai-nilai Pancasila.

Salah satu perubahan yang paling mudah diamati akibat perkembangan teknologi adalah pergeseran cara masyarakat menggunakan bahasa. Komunikasi melalui media sosial dan aplikasi pesan membuat masyarakat terbiasa menggunakan bahasa singkat, campuran bahasa asing, singkatan, serta istilah yang berkembang di internet. Penggunaan bahasa tidak baku dalam komunikasi informal sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya salah. Namun, masalah dapat muncul ketika kebiasaan tersebut terbawa ke dalam situasi akademik dan profesional. Mahasiswa, khususnya mahasiswa Teknik Informatika, tetap perlu mampu menggunakan Bahasa Indonesia yang baik ketika membuat laporan, dokumentasi program, proposal, maupun berkomunikasi dalam lingkungan akademik.

Teknologi informatika sebenarnya dapat menjadi sarana untuk memperkuat penggunaan Bahasa Indonesia. Pengembang aplikasi dapat membuat sistem yang mendukung pemeriksaan ejaan, tata bahasa, dan penggunaan istilah Bahasa Indonesia. Selain itu, berbagai platform digital juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan konten edukatif mengenai penggunaan bahasa yang baik. Dengan cara tersebut, teknologi tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga dapat membantu menjaga kualitas penggunaan bahasa di tengah perkembangan budaya digital.

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga memiliki hubungan yang erat dengan nilai-nilai Pancasila. Internet memungkinkan seseorang berkomunikasi dengan banyak orang tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Kondisi tersebut memberikan manfaat besar, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai permasalahan seperti penyebaran berita palsu, perundungan di dunia maya, ujaran kebencian, dan penyalahgunaan data pribadi. Oleh karena itu, kemampuan menggunakan teknologi perlu diikuti dengan tanggung jawab moral.

Nilai-nilai Pancasila dapat menjadi dasar dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Sila pertama mengajarkan pentingnya sikap moral dalam menggunakan teknologi. Sila kedua menekankan penghormatan terhadap sesama manusia, termasuk ketika berkomunikasi di dunia maya. Sila ketiga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan teknologi untuk menyebarkan sesuatu yang dapat memecah persatuan. Sementara itu, sila keempat dan kelima dapat diterapkan melalui sikap menghargai pendapat orang lain serta menggunakan teknologi untuk memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat.

Menurut saya, mahasiswa Teknik Informatika memiliki peran yang cukup penting dalam hal tersebut. Seorang mahasiswa informatika tidak hanya dituntut mampu membuat aplikasi atau memahami bahasa pemrograman, tetapi juga perlu memahami dampak teknologi yang dibuatnya terhadap masyarakat. Sebuah aplikasi yang canggih belum tentu memberikan manfaat jika dibuat tanpa mempertimbangkan keamanan, etika, aksesibilitas, dan kepentingan penggunanya. Karena itu, kemampuan teknis seharusnya berjalan bersama dengan kemampuan berkomunikasi dan pemahaman terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat.

Penggunaan Bahasa Indonesia dan Pancasila dalam dunia teknologi juga bukan berarti menolak perkembangan teknologi global. Bahasa pemrograman dan berbagai teknologi modern memang banyak menggunakan istilah berbahasa Inggris. Hal tersebut merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari. Namun, dalam penyampaian informasi kepada masyarakat Indonesia, penggunaan Bahasa Indonesia tetap perlu diperhatikan agar teknologi dapat dipahami oleh lebih banyak orang. Dengan demikian, perkembangan teknologi global dapat tetap berjalan tanpa menghilangkan identitas nasional.

Pada akhirnya, kemajuan Teknik Informatika seharusnya tidak hanya diukur dari seberapa cepat sebuah teknologi berkembang, tetapi juga dari seberapa besar teknologi tersebut memberikan manfaat bagi manusia. Bahasa Indonesia dapat menjadi sarana komunikasi yang menjaga identitas bangsa, sedangkan Pancasila dapat menjadi landasan etika dalam pemanfaatan teknologi. Jika ketiganya dapat berjalan secara seimbang, mahasiswa Teknik Informatika tidak hanya mampu menjadi pembuat teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengguna dan pengembang teknologi yang bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Dengan demikian, teknologi dan nilai-nilai kebangsaan sebenarnya bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkuat Bahasa Indonesia dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan modern. Tantangannya adalah bagaimana generasi muda, khususnya mahasiswa Teknik Informatika, mampu menggunakan kemajuan teknologi tanpa kehilangan kemampuan berbahasa, etika, dan identitas sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *