Mata Kuliah AIK & Farmasi Halal

Dalam Mata Kuliah AIK & Farmasi Halal, calon Apoteker Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA mempresentasikan materi yang berjudul “Pentingnya Agama bagi Manusia sebagai Basis Etik”.

Agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga menjadi pedoman dalam menentukan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Setiap tindakan manusia memiliki konsekuensi moral, sehingga diperlukan nilai yang dapat menjadi dasar dalam menentukan mana yang baik dan buruk. Melalui ajaran agama, manusia diarahkan untuk memiliki sikap jujur, adil, bertanggung jawab, menghargai sesama, serta mampu mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai keadaan.

Dalam kondisi tersebut, agama memiliki  peran penting sebagai basis etik karena memberikan pedoman dalam bertindak dan  mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai kebaikan.  Dengan menjadikan agama sebagai landasan etika, manusia tidak hanya  mempertimbangkan keuntungan atau kepentingan pribadi, tetapi juga memperhatikan  dampak tindakannya terhadap orang lain dan lingkungan. Oleh karena itu, penerapan  nilai-nilai agama dalam kehidupan dapat membantu membentuk pribadi yang bermoral serta menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis, adil, dan bertanggungjawab (Lorenza et al., 2022)

Jika etika merupakan tatanan aturan yang berisi pembahasan cara berprilaku, cara  bermasyarakat yang mencapat konsekuensi pada masyarakat dan tokoh adat yang mana  akan dihakimi oleh masyarakat langsung. Sedangkan agama menganut sistem baik dan buruk dengan ketentuan surga atau neraka yang mana akan dihakimi oleh kepercayaan  manusia tentang hari pembalasan (Lorenza et al., 2022).  Agama dan etika sama-sama menjadi pedoman dalam menentukan baik dan buruk.  Agama berlandaskan ajaran dan keyakinan, sedangkan etika dapat dipertimbangkan melalui akal, norma, budaya, dan adat yang berlaku. Keduanya dapat membentuk  kehidupan sosial yang baik melalui solidaritas, saling menghargai, dan perilaku yang  sesuai dengan nilai agama. Setidaknya ada beberapa fungsi dari etika beragama idealyang memberi pengaruh dalam kehidupan masyarakat diantaranya adalah:

1) Agama sebagai Sarana Pendamai Mental

 Agama hadir sebagai sumber ketenangan dan kekuatan bagi manusia dalam  menghadapi ketidakpastian, tekanan, dan berbagai tuntutan kehidupan. Ajaran agama membantu manusia mengendalikan diri, menghadapi masalah dengan lebih tenang,  serta memberikan rasa aman dan kedamaian dalam menjalani kehidupan.

2) Meningkatkan Kesejahteraan

 Etika beragama mendorong manusia untuk berbuat baik, adil, dan bermanfaat bagi  sesama. Dalam Islam, hal ini dikenal dengan hablumminannas, yaitu menjaga  hubungan baik antar manusia yang dapat menciptakan kepedulian dan kesejahteraan  masyarakat.

3) Menumbuhkan Kebaikan Sosial

 Etika beragama mendorong manusia untuk menerapkan kejujuran, keadilan, disiplin, kasih sayang, dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Penerapan nilai￾nilai tersebut dapat menciptakan hubungan sosial yang harmonis dan kebaikan  bersama.

4) Pengaruh dalam Ekonomi dan Politik

 Etika beragama dapat memengaruhi sistem ekonomi dan politik melalui penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial. Contohnya adalah berkembangnya ekonomi  syariah, seperti perbankan syariah, yang menerapkan prinsip-prinsip sesuai ajaran  agama.

5) Melahirkan Rekreasi dan Kebudayaan

 Etika beragama juga dapat melahirkan berbagai kegiatan sosial dan budaya yang  melibatkan masyarakat, seperti perayaan hari besar, festival, dan kegiatan seni  bernuansa keagamaan. Kegiatan tersebut menjadi sarana rekreasi sekaligus  mempererat hubungan sosial dan kebersamaan.

6) Meningkatkan Solidaritas

Etika beragama mengajarkan manusia untuk membangun persaudaraan, kepedulian,dan solidaritas sosial. Kesamaan dalam keyakinan, tempat ibadah, dan kegiatan keagamaan dapat mempererat hubungan antarumat serta mendorong sikap saling  membantu

7) Etika Beragama dan budaya

 Etika beragama dan budaaya yang baik akan menimbulkan agen sosialisasi dan kontrol sosial Dakwah adalah salah satu proses dalam mencetak agen-agen sosialisasi  dalam etika beragama. Dimana beberapa agama memiliki misi dakwah yang akan ikut  berpegaruh pada kontrol social (Lorenza et al., 2022).

Kesimpulan

 Agama memiliki peran penting dalam kehidupan manusia sebagai pedoman moral dan basis etika. Nilai-nilai agama mengajarkan manusia untuk berbuat baik, jujur, adil, bertanggung jawab, serta menghargai dan membantu sesama. Penerapan nilai tersebut  tidak hanya membentuk pribadi yang baik, tetapi juga menciptakan keharmonisan,  solidaritas, dan kesejahteraan dalam masyarakat. Oleh karena itu, agama dan etika  memiliki hubungan yang erat dalam membentuk kehidupan manusia yang lebih baik,  termasuk dalam menjalankan profesi secara bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *