Oleh : Alwi Al Agiv Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Salah satu teknologi yang banyak digunakan saat ini adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini dapat membantu mahasiswa mencari referensi, memahami materi perkuliahan, hingga mendukung proses pemrograman. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan sikap kritis dan tanggung jawab agar AI digunakan secara tepat. Dalam penggunaannya, mahasiswa terkadang menerima informasi dari AI tanpa memeriksa kebenarannya atau langsung menggunakan hasil yang diberikan tanpa memahami isi dan proses pembuatannya. Selain itu, penggunaan bahasa yang kurang jelas ketika memberikan perintah kepada AI dapat menghasilkan jawaban yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, kemampuan berbahasa Indonesia menjadi penting karena membantu mahasiswa menyampaikan gagasan secara jelas, menyusun tulisan secara sistematis, dan memahami informasi dengan baik. Bahasa Indonesia tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan informasi dan gagasan secara akademis. Sebagai contoh, ketika mahasiswa meminta AI menjelaskan suatu konsep pemrograman, pertanyaan yang spesifik dan menggunakan bahasa yang jelas dapat membantu menghasilkan jawaban yang lebih sesuai. Meskipun demikian, jawaban AI tetap perlu diperiksa karena teknologi tersebut dapat menghasilkan informasi yang kurang tepat. Mahasiswa juga perlu memiliki keterampilan membaca kritis, menyunting tulisan, dan memeriksa sumber referensi sebelum menggunakan informasi yang diperoleh. Selain kemampuan berbahasa, nilai-nilai Pancasila juga berperan dalam membentuk etika penggunaan AI. Sila pertama mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral dalam bertindak, sedangkan sila kedua menekankan penghormatan terhadap hak dan martabat manusia, termasuk menjaga privasi dan tidak menggunakan teknologi untuk merugikan orang lain. Sila ketiga dapat diterapkan dengan menghindari penyebaran informasi yang memicu perpecahan. Sila keempat mengajarkan pentingnya menghargai pendapat dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, sementara sila kelima menekankan keadilan agar manfaat teknologi dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan rekomendasi UNESCO mengenai etika kecerdasan buatan yang menekankan hak asasi manusia, keadilan, transparansi, dan tanggung jawab manusia (UNESCO, 2021). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan pertimbangan etika dalam setiap penerapannya. Penerapan Bahasa Indonesia dan nilai-nilai Pancasila dapat dimulai dari kegiatan perkuliahan sehari-hari. Mahasiswa dapat menggunakan AI untuk membantu memahami materi, tetapi tetap harus mempelajari dan memeriksa hasilnya sebelum digunakan dalam tugas. Dalam penulisan akademik, mahasiswa perlu menghindari plagiarisme, mencantumkan sumber yang digunakan, serta tidak menganggap seluruh informasi dari AI sebagai fakta yang benar. Mahasiswa juga perlu menggunakan bahasa yang sopan ketika berkomunikasi di ruang digital dan menghargai pendapat orang lain. Bagi mahasiswa Teknik Informatika, tanggung jawab tersebut juga berlaku ketika mengembangkan aplikasi. Program yang dibuat seharusnya memperhatikan keamanan data, kebutuhan pengguna, dan dampak sosialnya. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi dapat menjadi salah satu acuan dalam memahami pentingnya menjaga data pribadi ketika menggunakan atau mengembangkan teknologi digital. Menurut saya, mahasiswa Teknik Informatika tidak cukup hanya menguasai teknologi, tetapi juga harus mampu menggunakan bahasa secara efektif dan memahami dampak dari teknologi yang digunakan atau dikembangkannya. Bahasa Indonesia membantu mahasiswa menyampaikan gagasan dan memahami informasi, sedangkan nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman agar teknologi digunakan secara jujur, adil, dan bertanggung jawab. Dengan menggabungkan keterampilan berbahasa, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman Pancasila, AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang lebih bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat. Post navigation Pemanfaatan Pakaian Bekas Menjadi Kerajinan Bernilai Ekonomi: Kajian Ecopreneurship Pada Rumah Yatim Darussaadah Di Wilayah Gunung Sindur Teknologi Makin Canggih, Bahasa Indonesia Tetap Dijaga